Jurnal Mengajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs: Contoh, Fungsi, dan Cara Membuatnya
Jurnal Mengajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs: Contoh, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Jurnal Mengajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs: Contoh, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Jurnal Mengajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs: Contoh, Fungsi, dan Cara Membuatnya. Bagi guru Bahasa Inggris kelas 7 SMP/MTs, mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi dari buku kepada siswa. Ada proses yang jauh lebih panjang: menyiapkan pembelajaran, menentukan aktivitas, melihat respons peserta didik, melakukan evaluasi, kemudian memikirkan apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya.

Nah, semua proses tersebut akan lebih mudah dipantau jika guru memiliki jurnal mengajar.

Jurnal mengajar Bahasa Inggris kelas 7 SMP/MTs dapat menjadi catatan sederhana mengenai kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Isinya tidak harus seperti menulis novel. Yang penting informasi utama tercatat dengan jelas sehingga guru bisa mengingat kembali apa yang terjadi di kelas.

Apalagi kelas 7 merupakan masa peralihan dari SD/MI menuju SMP/MTs. Kemampuan Bahasa Inggris setiap siswa biasanya cukup beragam. Ada yang sudah terbiasa dengan vocabulary sederhana, tetapi ada pula yang masih bingung membedakan is, am, dan are. Di sinilah jurnal mengajar bisa membantu guru melihat perkembangan siswa secara lebih teratur.

Apa Itu Jurnal Mengajar Bahasa Inggris?

Jurnal mengajar merupakan catatan guru mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam satu atau beberapa pertemuan.

Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 7, jurnal dapat mencatat berbagai hal mulai dari materi, tujuan pembelajaran, aktivitas siswa, metode yang digunakan, hingga hasil refleksi setelah pembelajaran selesai.

Dengan kata lain, jurnal bukan sekadar formalitas administrasi.

Jurnal bisa menjadi semacam “rekaman perjalanan” pembelajaran guru.

Misalnya pada hari Senin guru mengajarkan materi Introducing Myself. Dalam jurnal dapat dicatat bahwa siswa cukup aktif ketika melakukan percakapan berpasangan, tetapi sebagian siswa masih kesulitan mengucapkan beberapa kosakata.

Catatan seperti ini akan sangat berguna ketika guru merancang pembelajaran berikutnya.

Mengapa Guru Perlu Membuat Jurnal Mengajar?

Ada beberapa alasan mengapa jurnal mengajar layak dibuat secara rutin.

1. Membantu Guru Mengingat Kegiatan Pembelajaran

Dalam satu minggu guru bisa mengajar beberapa kelas dengan materi yang berbeda. Kalau semuanya hanya mengandalkan ingatan, bisa saja setelah beberapa hari detail kegiatan mulai terlupakan.

Baca juga:  Download PROTA Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka

Jurnal membantu guru mencatat apa yang sudah dilakukan.

Ketika membutuhkan informasi pembelajaran sebelumnya, guru tinggal melihat catatan tersebut.

2. Menjadi Bahan Refleksi

Guru tidak selalu mendapatkan hasil sempurna dalam setiap pembelajaran.

Ada kelas yang aktif, ada kelas yang perlu “dipancing” dulu agar mau berbicara. Ada materi yang langsung dipahami, ada juga materi yang membuat siswa mengernyitkan dahi.

Hal tersebut merupakan bagian normal dari proses belajar.

Melalui jurnal, guru dapat menuliskan refleksi seperti:

  • siswa aktif dalam kegiatan speaking;
  • sebagian siswa masih kesulitan memahami vocabulary;
  • metode diskusi berjalan cukup baik;
  • waktu pembelajaran kurang karena aktivitas terlalu banyak;
  • perlu memberikan latihan tambahan pada pertemuan berikutnya.

Dari catatan tersebut, guru dapat menentukan langkah perbaikan.

3. Membantu Menyusun Pembelajaran Berikutnya

Jurnal juga bisa menjadi dasar untuk menentukan kegiatan pada pertemuan selanjutnya.

Contohnya, apabila siswa belum memahami penggunaan simple present tense, guru dapat memberikan penguatan sebelum masuk ke materi baru.

Dengan begitu, pembelajaran tidak berjalan secara asal “materi hari ini selesai, besok lanjut halaman berikutnya”.

Pembelajaran justru menjadi lebih fleksibel mengikuti kebutuhan siswa.

4. Mendukung Administrasi Guru

Selain berguna untuk kebutuhan pribadi guru, jurnal mengajar juga dapat menjadi salah satu dokumen administrasi pembelajaran.

Dokumen tersebut dapat membantu ketika guru melakukan evaluasi, supervisi, atau peninjauan kembali terhadap proses pembelajaran.

Karena itu, sebaiknya jurnal dibuat secara rutin dan disimpan dengan rapi.

Komponen yang Bisa Dicantumkan

Format jurnal mengajar sebenarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan guru. Namun, beberapa informasi penting sebaiknya tetap dicantumkan.

Identitas Pembelajaran

Bagian awal dapat berisi:

  • nama sekolah;
  • mata pelajaran;
  • kelas/fase;
  • semester;
  • tahun pelajaran;
  • nama guru.

Identitas tersebut membuat dokumen lebih mudah digunakan dan diarsipkan.

Tanggal Pembelajaran

Tanggal penting untuk mengetahui kapan suatu materi dilaksanakan.

Jika jurnal dibuat dalam bentuk tabel, tanggal dapat ditempatkan pada kolom tersendiri.

Tujuan Pembelajaran

Tuliskan tujuan yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut.

Tujuan tidak perlu dibuat terlalu panjang. Yang penting menggambarkan kemampuan yang diharapkan setelah pembelajaran.

Misalnya siswa diharapkan mampu memperkenalkan diri menggunakan ungkapan Bahasa Inggris sederhana.

Materi

Materi pembelajaran juga perlu dicatat.

Contohnya:

  • greetings;
  • introduction;
  • describing people;
  • daily activities;
  • hobbies;
  • simple present tense;
  • vocabulary;
  • expressions;
  • reading;
  • speaking;
  • writing.

Materi dapat disesuaikan dengan perencanaan pembelajaran yang digunakan guru.

Metode atau Model Pembelajaran

Guru dapat mencatat metode yang digunakan selama pembelajaran.

Baca juga:  CP Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka: Penjelasan dan Download

Misalnya:

  • diskusi;
  • tanya jawab;
  • demonstrasi;
  • bermain peran;
  • kerja kelompok;
  • presentasi;
  • pembelajaran berbasis proyek;
  • praktik percakapan.

Untuk Bahasa Inggris, kegiatan praktik biasanya cukup membantu karena siswa tidak hanya membaca teori tetapi juga menggunakan bahasa secara langsung.

Kegiatan Pembelajaran

Bagian ini dapat dibagi menjadi tiga tahapan.

Kegiatan Pendahuluan

Guru membuka pembelajaran, melakukan apersepsi, mengecek kesiapan siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Dalam Bahasa Inggris, guru juga dapat memulai dengan percakapan sederhana.

Misalnya:

“Good morning, students. How are you today?”

Kalimat sederhana seperti ini dapat menjadi kebiasaan positif agar siswa terbiasa mendengar Bahasa Inggris sejak awal pembelajaran.

Kegiatan Inti

Pada bagian inti, guru mencatat aktivitas utama.

Contohnya siswa:

  • mempelajari kosakata;
  • membaca teks;
  • mendengarkan dialog;
  • membuat percakapan;
  • melakukan role play;
  • mengerjakan latihan;
  • berdiskusi;
  • melakukan presentasi.

Kegiatan dapat disesuaikan dengan karakteristik materi dan kemampuan siswa.

Kegiatan Penutup

Pada bagian akhir pembelajaran, guru dapat mencatat kegiatan seperti menyimpulkan materi, melakukan refleksi, memberikan tugas, atau menyampaikan materi yang akan dipelajari berikutnya.

Bagian yang Sering Terlupakan: Refleksi Guru

Salah satu bagian yang sangat bermanfaat dalam jurnal adalah refleksi.

Sayangnya, bagian ini kadang hanya diisi dengan kalimat:

“Pembelajaran berjalan dengan baik.”

Selesai.

Padahal refleksi bisa dibuat lebih informatif.

Misalnya:

“Sebagian besar siswa mampu melakukan dialog sederhana. Namun, beberapa siswa masih kurang percaya diri ketika berbicara di depan kelas. Pada pertemuan berikutnya akan diberikan latihan speaking secara berpasangan sebelum presentasi.”

Catatan tersebut jauh lebih berguna karena menunjukkan kondisi pembelajaran sekaligus rencana tindak lanjut.

Contoh Sederhana Format Jurnal

Guru dapat menggunakan format tabel seperti berikut:

NoTanggalMateriKegiatanHasil/Refleksi
113 JuliGreetingsDialog berpasanganSiswa cukup aktif
215 JuliIntroducing SelfSpeaking practiceBeberapa siswa masih kurang percaya diri
320 JuliHobbiesDiskusi kelompokVocabulary siswa mulai berkembang
422 JuliDaily ActivitiesMembuat kalimat sederhanaPerlu penguatan grammar

Format tersebut hanyalah contoh. Guru dapat menambahkan kolom tujuan pembelajaran, metode, asesmen, kehadiran, maupun tindak lanjut.

Jurnal Mengajar Tidak Harus Rumit

Salah satu kesalahpahaman dalam membuat administrasi guru adalah menganggap dokumen harus panjang supaya terlihat lengkap.

Padahal jurnal mengajar justru lebih bermanfaat jika ringkas, jelas, dan rutin diperbarui.

Guru tidak perlu menulis satu halaman penuh setiap selesai mengajar.

Beberapa poin penting sudah cukup selama mampu menggambarkan kegiatan pembelajaran dan hasil refleksinya.

Yang penting jangan sampai jurnal baru dibuat menjelang supervisi.

Kalau begitu, biasanya otak mulai bekerja keras mengingat:

“Eh, minggu lalu ngajarnya apa ya?”

Lalu mulai buka foto papan tulis, grup WhatsApp, bahkan bertanya kepada teman sejawat. 😄

Lebih baik mencatat sedikit demi sedikit setelah pembelajaran selesai.

Jurnal Digital Bisa Menjadi Pilihan

Di era digital, jurnal mengajar tidak harus selalu berbentuk buku atau lembar cetak.

Guru dapat membuat jurnal menggunakan:

  • Microsoft Word;
  • Microsoft Excel;
  • Google Docs;
  • Google Sheets;
  • aplikasi administrasi guru;
  • atau sistem administrasi sekolah.

Jurnal digital memiliki keuntungan karena lebih mudah diperbaiki, disimpan, dicadangkan, dan dicari kembali.

Namun, penggunaan format digital tetap perlu disesuaikan dengan kebijakan sekolah.

Tips Agar Jurnal Mudah Dibuat

Agar tidak terasa sebagai pekerjaan tambahan yang berat, guru dapat menerapkan beberapa kebiasaan sederhana.

Pertama, buat format jurnal sejak awal semester.

Kedua, isi jurnal segera setelah pembelajaran selesai.

Ketiga, gunakan kalimat singkat dan langsung pada inti masalah.

Keempat, tuliskan kendala nyata yang ditemukan di kelas.

Kelima, sertakan rencana tindak lanjut apabila diperlukan.

Keenam, simpan file secara teratur berdasarkan tahun pelajaran dan kelas.

Dengan cara tersebut, jurnal tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dapat membantu guru.

Download Jurnal Mengajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs

Bagi guru yang membutuhkan format siap digunakan, jurnal mengajar Bahasa Inggris kelas 7 SMP/MTs dapat disiapkan dalam bentuk dokumen yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

UNDUH SEKARANG

Format yang baik sebaiknya fleksibel. Guru dapat menambahkan atau mengurangi kolom sesuai sistem administrasi yang berlaku.

Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai dasar pencatatan pembelajaran selama satu semester dan kemudian dikembangkan sesuai kebutuhan.

Penutup

Jurnal mengajar Bahasa Inggris kelas 7 SMP/MTs bukan sekadar kumpulan tanggal dan materi yang sudah diajarkan. Lebih dari itu, jurnal dapat menjadi alat bagi guru untuk melihat perjalanan pembelajaran dari waktu ke waktu.

Melalui jurnal, guru dapat mengetahui materi yang sudah diberikan, aktivitas yang berjalan efektif, kesulitan siswa, serta strategi yang perlu diperbaiki.

Apalagi pembelajaran Bahasa Inggris membutuhkan banyak praktik. Siswa tidak cukup hanya menghafal vocabulary atau rumus grammar. Mereka juga perlu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.

Karena itu, catatan kecil setelah mengajar bisa menjadi bahan evaluasi yang cukup berharga.

Tidak perlu terlalu panjang. Tidak perlu menggunakan bahasa yang ribet. Yang penting jujur, jelas, rutin, dan bermanfaat.

Pada akhirnya, administrasi yang baik bukanlah administrasi yang paling tebal, tetapi administrasi yang benar-benar membantu guru menjalankan pembelajaran dengan lebih terarah.

About admin

Check Also

Download PROSEM Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka

Download PROSEM Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka

Download PROSEM Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka. Bagi guru Bahasa Indonesia kelas 7 SMP/MTs, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *