Niat Puasa Sebulan Penuh

Niat Puasa Sebulan Penuh
Ulama berbeda pendapat tentang menetapkan niat pada puasa ramadhan :
1. Ulama Syafi’iyah, Hanafiah dan Hanabilah mewajibkan menetapkan niat puasa ramadhan setiap malamnya (wajib mengucapkan niat setiap malam), dengan alasan bahwa puasa ramadhan setiap harinya dianggap sebagai ibadah mustaqil (tersendiri), maka niatnya pun harus setiap hari. Apabila tidak mengucapkan niat setiap hari misalkan karna lupa maka tidak sah puasanya dan wajib imsak (menahan)
2. Ulama malikiyyah : Niat puasa ramadhan hanya wajib diucapkan pada malam pertama saja, adapun menetapkan niat atau membaca niat pada setiap malam hukumnya hanya dianjurkan. Dengan alasan bahwa puasa ramadhan merupakan ibadah yang satu kesatuan sehingga cukup mengucapkan niat diawal saja. Namun ulama malikiyah juga mewajibkan tajdidunniyyat (memperbaharui niat) apabila puasanya terpotong karena batal puasanya seperti karna sakit, udzur, haid, nifas, dll. Misalkan diawal puasa ia berniat namun pada hari kelima puasanya batal, maka dihari ke enam ia wajib berniat lagi karna puasanya terpotong. Apabila ia tidak berniat lagi (dengan mengikut niat di awal padahal puasanya terpotong) maka tidak sah puasanya.
Hal tersebut diatas, difahami oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i bahwa boleh hukumnya niat sebulan penuh, yang padahal itu adalah pendapat madzhab maliki (meskipun dalam madzhab Syafi’i ada beberapa pendapat namun tidak masyhur). Artinya yang membolehkan niat sebulan penuh adalah madzhab Maliki bukan Syafi’i. Namun karena baanyak terjadi di masyarakat yang bermazhab Syafi’i suka lupa mengucapkan niat yg menurut madzhab Syafi’i adalah tidak sah puasanya. Maka solusinya adalah bertaklid kepada madzhab Maliki untuk kehati hatian karna takut lupa mengucapkan niat. Tapi Ini merupakan salah satu solusi, karena ada solusi lain yaitu mengucapkan niat setelah sholat taraweh bersama sama seperti yang banyak dilakukan masyarakat agar ketika lupa niat pada waktu setelah melaksanakan makan sahur puasanya masih tetap sah karna memang malamnya sudah niat.
Mudah mudahan bermanfaat
Al faqir
Ahmad Subqi
Ponpes Husnul Khotimah Tasikmalaya

About admin

Check Also

Kajian Kitab Safinatun Najah Pasal 8 Hukum Air

Kajian Kitab Safinatun Najah Pasal 8 Hukum Air

Kajian Kitab Safinatun Najah Pasal 8 Hukum Air ( فصل ) الماء قليل وكثير : …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Selamat Datang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya | Selamat Datang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya | Selamat Datang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya | Selamat Datang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya