KKTP Matematika Kelas 7 Deep Learning merupakan perangkat yang dapat membantu guru menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran peserta didik. KKTP tidak hanya berfokus pada nilai akhir, tetapi juga dapat digunakan untuk melihat sejauh mana siswa memahami konsep, menerapkan pengetahuan, bernalar, memecahkan masalah, dan merefleksikan proses belajarnya.
Dalam pembelajaran mendalam atau Deep Learning, matematika tidak cukup jika hanya dipelajari melalui hafalan rumus. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk memahami konsep secara lebih mendalam dan menggunakannya dalam berbagai situasi.
Apa Itu KKTP?
KKTP merupakan singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.
KKTP digunakan sebagai acuan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sudah tercapai oleh peserta didik.
Jika tujuan pembelajaran adalah siswa mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi bilangan, misalnya, maka guru perlu memiliki kriteria yang jelas mengenai seperti apa siswa yang sudah mencapai tujuan tersebut.
Dengan demikian, KKTP membantu guru menjawab pertanyaan:
“Sejauh mana peserta didik sudah mencapai tujuan pembelajaran?”
KKTP Matematika Kelas 7 dalam Pembelajaran Deep Learning
Pembelajaran mendalam menekankan tiga pengalaman belajar utama:
- Memahami
- Mengaplikasikan
- Merefleksikan
Ketiga hal tersebut dapat dimasukkan dalam penyusunan KKTP Matematika Kelas 7.
Contohnya, siswa tidak hanya dinilai apakah mampu menghitung luas persegi panjang. Guru juga dapat melihat apakah siswa:
- memahami konsep luas;
- mampu memilih rumus yang tepat;
- dapat menerapkannya pada masalah nyata;
- mampu menjelaskan langkah penyelesaian;
- dapat memeriksa kembali jawabannya.
Dengan demikian, penilaian menjadi lebih menyeluruh.
Contoh KKTP Matematika Kelas 7
Berikut contoh sederhana yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah.
| No | Materi | Tujuan Pembelajaran | Kriteria Ketercapaian |
|---|---|---|---|
| 1 | Bilangan | Siswa mampu melakukan operasi bilangan | Memahami konsep, melakukan operasi dengan benar, dan menyelesaikan masalah kontekstual |
| 2 | Aljabar | Siswa mampu memahami bentuk dan operasi aljabar | Mengenali unsur aljabar dan melakukan operasi dengan tepat |
| 3 | Persamaan | Siswa mampu menyelesaikan persamaan | Menentukan nilai variabel dan menjelaskan langkah penyelesaian |
| 4 | Perbandingan | Siswa mampu menggunakan konsep perbandingan | Menentukan rasio dan menerapkannya dalam masalah sehari-hari |
| 5 | Geometri | Siswa mampu menggunakan konsep pengukuran | Menghitung keliling dan luas serta menggunakannya dalam masalah |
| 6 | Data | Siswa mampu mengolah dan menafsirkan data | Mengumpulkan, menyajikan, membaca, dan menarik kesimpulan dari data |
KKTP Materi Bilangan
Pada materi bilangan, peserta didik dapat dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu memahami konsep bilangan dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan.
Indikator ketercapaian:
- memahami bilangan bulat dan pecahan;
- membandingkan bilangan;
- melakukan operasi hitung;
- memilih strategi penyelesaian yang tepat;
- menyelesaikan masalah kontekstual;
- menjelaskan proses penyelesaian.
Contoh kriteria:
Belum berkembang: masih kesulitan memahami konsep dan melakukan operasi bilangan.
Mulai berkembang: mampu melakukan operasi sederhana dengan bantuan.
Berkembang sesuai harapan: mampu melakukan operasi dan menyelesaikan masalah dengan tepat.
Sangat berkembang: mampu menyelesaikan masalah dengan berbagai strategi serta menjelaskan alasan dan memeriksa jawabannya.
KKTP Materi Aljabar
Aljabar merupakan salah satu materi yang membutuhkan pemahaman konsep yang kuat.
Kriteria ketercapaian dapat meliputi kemampuan:
- mengenali variabel;
- menentukan koefisien;
- menentukan konstanta;
- mengenali suku;
- menyederhanakan bentuk aljabar;
- melakukan operasi bentuk aljabar;
- menggunakan aljabar dalam masalah nyata.
Siswa yang sudah mencapai tujuan pembelajaran bukan hanya mampu mendapatkan jawaban, tetapi juga dapat menjelaskan proses yang digunakan.
KKTP Persamaan dan Pertidaksamaan
Pada materi persamaan dan pertidaksamaan, guru dapat menilai kemampuan siswa dalam memahami hubungan antara nilai yang diketahui dan nilai yang belum diketahui.
Indikatornya antara lain:
- memahami konsep persamaan;
- menentukan variabel;
- melakukan operasi yang sesuai;
- menyelesaikan persamaan;
- menyelesaikan pertidaksamaan sederhana;
- memeriksa kebenaran hasil;
- menjelaskan langkah penyelesaian.
KKTP Perbandingan
Perbandingan merupakan materi yang sangat mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat dinilai berdasarkan kemampuan:
- memahami konsep rasio;
- menyatakan perbandingan;
- menyederhanakan perbandingan;
- menentukan nilai yang belum diketahui;
- menyelesaikan persoalan proporsi;
- menggunakan perbandingan dalam situasi nyata.
Contohnya siswa diberikan masalah mengenai resep makanan.
Jika suatu resep membutuhkan 2 gelas air untuk 1 sachet bahan tertentu, siswa dapat menentukan kebutuhan bahan ketika jumlah resep diperbanyak.
Di sini guru dapat melihat apakah siswa benar-benar memahami konsep perbandingan, bukan sekadar mengikuti contoh.
KKTP Geometri
Pada materi geometri, kriteria dapat mencakup kemampuan siswa dalam memahami bentuk, ukuran, hubungan antarunsur, serta melakukan pengukuran.
Indikatornya dapat berupa:
- mengenali jenis bangun;
- memahami garis dan sudut;
- menentukan keliling;
- menentukan luas;
- menggunakan satuan dengan benar;
- menyelesaikan masalah kontekstual;
- menjelaskan strategi penyelesaian.
Guru dapat menggunakan objek di lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
Misalnya siswa mengukur panjang dan lebar lapangan sekolah kemudian menghitung luasnya.
KKTP Data dan Statistika
Pada materi data, siswa dapat dinilai dari kemampuan:
- mengumpulkan data;
- mengelompokkan data;
- membuat tabel;
- membuat diagram;
- membaca informasi;
- menafsirkan data;
- membuat kesimpulan.
Misalnya siswa melakukan survei mengenai transportasi yang digunakan teman-temannya untuk pergi ke sekolah.
Hasilnya kemudian dibuat dalam tabel atau diagram.
Kegiatan sederhana seperti ini dapat membantu siswa memahami bahwa data matematika sebenarnya ada di sekitar mereka.
Contoh Rubrik KKTP Matematika Kelas 7
Guru juga dapat menggunakan rubrik sederhana seperti berikut.
| Kriteria | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman konsep | Belum memahami konsep | Memahami sebagian konsep | Memahami konsep dengan baik | Memahami dan mampu menjelaskan konsep secara mendalam |
| Penerapan | Belum mampu menerapkan | Mampu dengan bantuan | Mampu secara mandiri | Mampu menerapkan pada berbagai situasi |
| Pemecahan masalah | Belum menemukan strategi | Menggunakan strategi dengan bantuan | Menentukan strategi yang tepat | Menggunakan berbagai strategi dan memberikan alasan |
| Komunikasi | Belum mampu menjelaskan | Penjelasan masih terbatas | Mampu menjelaskan langkah | Penjelasan sistematis dan logis |
| Refleksi | Belum melakukan refleksi | Refleksi sederhana | Mampu mengidentifikasi kekuatan dan kesulitan | Mampu mengevaluasi strategi dan menentukan perbaikan |
KKTP dan Asesmen Deep Learning
KKTP sebaiknya didukung dengan berbagai bentuk asesmen. Guru tidak harus mengandalkan satu jenis tes saja.
Beberapa bentuk asesmen yang dapat digunakan:
- tes tertulis;
- soal uraian;
- proyek;
- praktik;
- diskusi;
- presentasi;
- observasi;
- portofolio;
- jurnal refleksi;
- tugas pemecahan masalah.
Misalnya dalam materi geometri, siswa diberikan tugas mengukur ruang kelas.
Guru dapat menilai:
pemahaman konsep + ketepatan pengukuran + perhitungan + kemampuan menjelaskan + refleksi.
Penilaian seperti ini lebih menggambarkan proses belajar siswa secara utuh.
KKTP Bukan Sekadar Angka
Salah satu hal penting dalam penyusunan KKTP adalah tidak menjadikan penilaian hanya sebagai urusan angka.
Nilai memang penting, tetapi guru juga perlu mengetahui mengapa seorang siswa mendapatkan hasil tertentu.
Misalnya dua siswa sama-sama mendapatkan nilai 75. Bisa saja kemampuan mereka berbeda.
Siswa pertama mungkin sudah memahami konsep tetapi kurang teliti dalam menghitung.
Sementara siswa kedua mungkin mampu menghitung tetapi belum memahami alasan di balik rumus yang digunakan.
KKTP dapat membantu guru melihat perbedaan tersebut.
Manfaat KKTP Matematika Kelas 7
KKTP memiliki beberapa manfaat dalam pembelajaran.
1. Membantu guru merencanakan asesmen
Guru memiliki gambaran tentang kemampuan yang perlu diukur.
2. Mengetahui perkembangan peserta didik
Guru dapat melihat bagian yang sudah dikuasai maupun yang masih membutuhkan penguatan.
3. Membantu memberikan tindak lanjut
Siswa yang belum mencapai tujuan dapat diberikan remedial atau pembelajaran tambahan.
Sementara siswa yang sudah mencapai tujuan dapat diberikan pengayaan.
4. Mendorong pembelajaran yang lebih bermakna
Kriteria tidak hanya melihat jawaban benar atau salah, tetapi juga proses berpikir siswa.
5. Mendukung pembelajaran mendalam
Siswa dinilai berdasarkan kemampuan memahami, mengaplikasikan, memecahkan masalah, dan merefleksikan pembelajaran.
Download KKTP Matematika Kelas 7 Deep Learning
Bagi guru yang sedang menyiapkan perangkat pembelajaran, KKTP Matematika Kelas 7 Deep Learning dapat dikembangkan menjadi dokumen yang lebih lengkap sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi sekolah.
UNDUH LENGKAP KKTP MATEMATIKA DISINI
KKTP dapat disusun bersama perangkat lainnya, seperti:
- CP Matematika Kelas 7
- TP Matematika Kelas 7
- ATP Matematika Kelas 7
- Modul Ajar Matematika Kelas 7
- Prota Matematika Kelas 7
- Prosem/Promes Matematika Kelas 7
- Jurnal Mengajar
- LKPD
- Instrumen Asesmen
Guru dapat menyesuaikan indikator dan deskripsi ketercapaian berdasarkan karakteristik peserta didik serta tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Penutup
KKTP Matematika Kelas 7 Deep Learning dapat menjadi alat bantu penting bagi guru untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik secara lebih menyeluruh. Penilaian tidak hanya melihat apakah jawaban siswa benar atau salah, tetapi juga bagaimana siswa memahami konsep, menggunakan strategi, menyelesaikan masalah, menjelaskan pemikirannya, dan melakukan refleksi.
Dengan KKTP yang jelas, proses pembelajaran matematika dapat menjadi lebih terarah. Guru mengetahui kemampuan yang harus dicapai, siswa mengetahui apa yang diharapkan dari mereka, dan hasil asesmen dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Pada akhirnya, pembelajaran matematika bukan sekadar membuat siswa hafal rumus. Yang lebih penting adalah membuat mereka mampu berpikir, bernalar, memecahkan masalah, dan menggunakan matematika dalam kehidupan nyata.
Pondok Pesantren Husnul Khotimah Sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya



