Capaian Pembelajaran (CP) Implementasi Kurikulum Merdeka SD Fase A
Capaian Pembelajaran (CP) Implementasi Kurikulum Merdeka SD Fase A

Capaian Pembelajaran (CP) Implementasi Kurikulum Merdeka SD Fase A

Capaian Pembelajaran (CP) Implementasi Kurikulum Merdeka SD Fase A. Bapak/Ibu guru SD pasti sudah cukup akrab dengan istilah Capaian Pembelajaran atau CP. Apalagi sejak penerapan Kurikulum Merdeka, istilah CP ini sering muncul dalam perangkat pembelajaran, modul ajar, perencanaan pembelajaran, sampai kegiatan administrasi guru.

Kalau dulu kita cukup akrab dengan istilah Kompetensi Dasar (KD), sekarang istilahnya berubah menjadi Capaian Pembelajaran (CP).

Tenang, jangan langsung panik ketika mendengar istilah baru. Dunia pendidikan memang kadang seperti aplikasi HP: belum selesai belajar menu yang lama, eh sudah muncul pembaruan versi terbaru. Wkwkwk.

Namun sebenarnya, memahami CP tidak sesulit yang dibayangkan. Justru CP dapat membantu guru melihat kemampuan apa yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah menyelesaikan suatu fase pembelajaran.

Salah satu yang penting dipahami guru SD adalah CP Fase A.

Apa Itu Capaian Pembelajaran?

Secara sederhana, Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada akhir setiap fase.

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran tidak hanya melihat apakah siswa sudah menyelesaikan materi halaman sekian atau bab sekian. Yang lebih penting adalah apakah peserta didik mengalami perkembangan kompetensi sesuai dengan tahap belajarnya.

Jadi, guru tidak hanya mengejar:

“Materi sudah selesai belum?”

Tetapi juga bertanya:

“Anak-anak sudah memahami apa?”

“Mereka sudah bisa melakukan apa?”

“Kemampuan apa yang berkembang?”

Nah, di situlah CP menjadi penting.

CP memberikan gambaran besar mengenai kemampuan yang perlu dicapai peserta didik. Dari CP tersebut, guru kemudian dapat menyusun tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, asesmen, dan perangkat pembelajaran lainnya.

Apa Itu Fase A pada Jenjang SD?

Dalam Kurikulum Merdeka, jenjang pendidikan dibagi menjadi beberapa fase.

Untuk sekolah dasar, secara umum pembagian fasenya adalah:

  • Fase A: kelas 1 dan kelas 2 SD
  • Fase B: kelas 3 dan kelas 4 SD
  • Fase C: kelas 5 dan kelas 6 SD

Dengan demikian, Fase A merupakan tahap awal pendidikan dasar, yang umumnya mencakup peserta didik kelas 1 dan kelas 2.

Ini merupakan fase yang sangat penting karena anak sedang mengalami masa transisi dari pendidikan anak usia dini atau lingkungan keluarga menuju pembelajaran yang lebih terstruktur di sekolah dasar.

Makanya jangan heran kalau anak kelas 1 kadang masih suka membawa suasana TK ke kelas.

Pensil bisa jadi pedang.

Penghapus bisa jadi mobil.

Kotak pensil bisa jadi garasi.

Dan kursi? Bisa berubah menjadi kendaraan antariksa kalau gurunya lengah. 😂

Semua itu merupakan bagian dari dunia anak.

Karena itu pembelajaran Fase A perlu memperhatikan karakteristik perkembangan peserta didik.

Tujuan Implementasi CP Fase A

Implementasi CP Fase A bukan sekadar menyelesaikan daftar materi pelajaran.

Pembelajaran pada fase ini diarahkan agar peserta didik mulai membangun kemampuan dasar yang menjadi fondasi untuk pembelajaran pada fase berikutnya.

Beberapa kemampuan penting yang perlu dikembangkan antara lain:

  1. Kemampuan membaca dan memahami informasi sederhana.
  2. Kemampuan berkomunikasi.
  3. Kemampuan berhitung dan memahami konsep bilangan.
  4. Kemampuan mengamati lingkungan sekitar.
  5. Kemampuan memecahkan masalah sederhana.
  6. Kemampuan bekerja sama.
  7. Kemampuan menunjukkan sikap positif dalam belajar.
  8. Kemampuan mengenali diri dan lingkungan.
  9. Kemampuan mengembangkan kreativitas.
  10. Kemampuan membangun kebiasaan baik.

Fondasi tersebut sangat penting.

Sebab kalau fondasinya kuat, pembelajaran berikutnya akan lebih mudah dikembangkan.

CP Fase A pada Setiap Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Fase A tidak hanya berlaku untuk satu mata pelajaran.

Setiap mata pelajaran memiliki CP masing-masing sesuai karakteristik bidangnya.

1. Bahasa Indonesia

Pada Fase A, pembelajaran Bahasa Indonesia sangat berkaitan dengan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Peserta didik mulai dikenalkan dengan berbagai teks sederhana dan kegiatan komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya mengenal huruf, membaca kata sederhana, memahami informasi dari cerita, menyampaikan pendapat sederhana, serta menulis kata atau kalimat sesuai tahap perkembangan mereka.

Pembelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan metode:

“Baca halaman 10 sampai 15.”

Anak kelas 1 tentu bisa membaca, tetapi kalau gurunya membacakan cerita sambil menggunakan ekspresi wajah dan suara yang berbeda-beda, biasanya anak jauh lebih tertarik.

Guru menjadi guru sekaligus sedikit aktor. Wkwkwk.

2. Matematika

Matematika Fase A berfokus pada pembangunan kemampuan numerasi dasar.

Peserta didik belajar mengenai bilangan, operasi hitung sederhana, pola, pengukuran, bentuk geometri, serta konsep matematika lain sesuai CP pada fase tersebut.

Yang penting adalah anak tidak hanya hafal angka.

Misalnya anak tahu bahwa:

5 + 3 = 8

itu bagus.

Tetapi akan lebih bermakna jika anak juga memahami bahwa lima benda ditambah tiga benda menghasilkan delapan benda.

Gunakan benda konkret seperti pensil, kancing, stik es krim, balok, atau benda yang ada di sekitar kelas.

Karena menjelaskan matematika kepada anak dengan benda nyata biasanya lebih ampuh daripada menjelaskan panjang lebar sampai guru sendiri lupa sedang menjelaskan apa. 😂

3. Pendidikan Pancasila

Pada Fase A, peserta didik mulai mengenal nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Anak belajar mengenal aturan, tanggung jawab, hidup bersama, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Materinya tidak harus selalu berupa hafalan.

Contohnya, ketika guru mengajak anak merapikan kelas bersama-sama, sebenarnya sedang terjadi pembelajaran tentang tanggung jawab dan gotong royong.

Jadi jangan berpikir pembelajaran hanya terjadi ketika buku terbuka.

Kadang pembelajaran terbaik justru terjadi ketika anak sedang melakukan sesuatu secara langsung.

4. IPAS

Pada Fase A, pembelajaran IPAS membantu peserta didik mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Anak dapat diajak mengamati tubuh, keluarga, lingkungan rumah, lingkungan sekolah, tumbuhan, hewan, benda, cuaca, dan berbagai fenomena sederhana yang dekat dengan kehidupannya.

Metode pengamatan sangat cocok untuk anak usia ini.

Misalnya guru mengajak siswa keluar kelas untuk mengamati tanaman.

Anak dapat diajak melihat bentuk daun, warna bunga, batang, atau kondisi lingkungan.

Pembelajaran pun menjadi lebih nyata.

Dan bonusnya, anak-anak bisa keluar kelas sebentar. Biasanya langsung semangatnya naik 200 persen. Wkwkwk.

5. Seni dan Mata Pelajaran Lain

Pembelajaran seni juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas.

Anak dapat menggambar, mewarnai, bernyanyi, bergerak, membuat karya, atau melakukan aktivitas seni lainnya sesuai pembelajaran.

Yang perlu diingat, karya anak kelas 1 tidak harus sempurna.

Kalau gambarnya miring, matahari warnanya hijau, atau rumahnya lebih besar daripada pohon, jangan langsung dikoreksi seperti sedang menilai gambar arsitek.

Yang penting anak berani berekspresi dan belajar melalui proses.

Bagaimana Cara Guru Mengimplementasikan CP Fase A?

Implementasi CP sebenarnya membutuhkan perencanaan yang sistematis.

Guru dapat memulai dengan memahami CP mata pelajaran yang diajarkan.

Setelah memahami CP, guru dapat mengidentifikasi kompetensi yang perlu dikembangkan dan kemudian menyusun tujuan pembelajaran.

Selanjutnya tujuan tersebut dapat diurutkan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Dari sana guru dapat menentukan kegiatan pembelajaran dan asesmen yang sesuai.

Sederhananya, alurnya dapat dibayangkan seperti ini:

CP → Tujuan Pembelajaran → Alur Tujuan Pembelajaran → Kegiatan Pembelajaran → Asesmen

Jadi CP bukan dokumen yang hanya disimpan dalam folder komputer dengan nama:

“CP FIX BANGET TERBARU FINAL 2.docx”

lalu tidak pernah dibuka lagi. 😂

CP seharusnya benar-benar menjadi dasar dalam merancang pembelajaran.

Pembelajaran Fase A Harus Memperhatikan Karakter Anak

Salah satu hal yang sangat penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Anak kelas 1 dan 2 masih membutuhkan pembelajaran yang konkret, sederhana, bertahap, dan menyenangkan.

Guru dapat menggunakan:

  • gambar;
  • benda konkret;
  • permainan edukatif;
  • cerita;
  • lagu;
  • video pembelajaran;
  • kegiatan praktik;
  • diskusi sederhana;
  • aktivitas kelompok;
  • proyek sederhana;
  • lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Tidak semua pembelajaran harus dilakukan dengan ceramah.

Bahkan kalau guru kelas 1 ceramah 45 menit penuh, bisa jadi yang paling memahami materi justru gurunya sendiri. Muridnya sudah menjelajah alam mimpi. Wkwkwk.

Asesmen dalam Implementasi CP

Asesmen juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Guru perlu mengetahui perkembangan peserta didik, bukan hanya hasil akhirnya.

Asesmen dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti observasi, percakapan, tugas, praktik, hasil karya, proyek sederhana, maupun tes tertulis sesuai kebutuhan.

Untuk kelas awal, asesmen sebaiknya tidak membuat anak merasa sedang menghadapi sidang pengadilan.

Buatlah sesuai usia mereka.

Misalnya melalui permainan, mencocokkan gambar, membaca kata sederhana, menghitung benda, bercerita, menggambar, atau melakukan praktik.

Dengan demikian guru dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan siswa secara lebih utuh.

CP Bukan Target untuk Membuat Anak Tertekan

Implementasi Kurikulum Merdeka seharusnya tidak membuat pembelajaran menjadi semakin menegangkan.

Sebaliknya, pembelajaran diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai tahapannya.

Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda.

Ada anak yang cepat membaca.

Ada yang cepat berhitung.

Ada yang jago menggambar.

Ada yang berani berbicara di depan kelas.

Ada juga yang kalau disuruh maju langsung melihat ke lantai seperti sedang mencari uang receh. 😁

Tugas guru adalah membantu setiap anak berkembang.

Bukan membandingkan semua anak dengan satu standar kemampuan yang sama dalam waktu yang sama.

Penutup

Capaian Pembelajaran (CP) Fase A merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang SD, khususnya kelas 1 dan 2.

CP memberikan gambaran kompetensi yang diharapkan dicapai peserta didik pada akhir fase. Dari CP tersebut, guru dapat menyusun tujuan pembelajaran, alur pembelajaran, kegiatan belajar, hingga asesmen.

Yang paling penting, implementasi CP hendaknya dilakukan dengan memperhatikan karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan keberagaman kemampuan peserta didik.

Pembelajaran kelas awal tidak harus selalu rumit.

Kadang belajar membaca cukup dengan kartu huruf.

Belajar berhitung bisa menggunakan pensil.

Belajar gotong royong bisa dengan merapikan kelas.

Belajar mengenal lingkungan bisa dengan berjalan sebentar ke halaman sekolah.

Dan belajar menjadi anak yang percaya diri bisa dimulai dari keberanian menjawab pertanyaan guru.

Pada akhirnya, Kurikulum Merdeka bukan sekadar mengganti istilah dari KD menjadi CP.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana guru menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, sesuai kebutuhan anak, dan membantu mereka tumbuh sedikit demi sedikit.

Karena anak kelas 1 tidak sedang berlomba menjadi profesor besok pagi.

Mereka sedang belajar menjadi manusia yang senang belajar.

Dan kalau prosesnya sambil tertawa, bermain, mencoba, salah, lalu mencoba lagi, menurut saya itu bukan masalah.

Justru di situlah pendidikan terasa hidup.

Selamat mengajar Bapak/Ibu guru. Semoga CP tidak hanya selesai dibaca, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembelajaran di kelas. Dan semoga spidol yang dipakai hari ini tidak tiba-tiba habis tintanya ketika baru menulis judul. Wkwkwk.

Silahkan Unduh Capaian Pembelajaran (CP) Implementasi Kurikulum Merdeka SD Fase A pada link dibawah ini :
  1. CP IKM B Indonesia Fase A ( Unduh Disini)
  2. CP IKM PPKn Fase A ( Unduh Disini)
  3. CP IKM Matematika Fase A ( Unduh Disini)
  4. CP IKM B Inggris Fase A ( Unduh Disini)
  5. CP IKM PAI BP Fase A ( Unduh Disini)
  6. CP IKM PJOK Fase A ( Unduh Disini)
  7. CP IKM Seni Musik Fase A ( Unduh Disini)
  8. CP IKM Seni Rupa Fase A ( Unduh Disini)
  9. CP IKM Seni Tari Fase A ( Unduh Disini)
  10. CP IKM Teater Fase A ( Unduh Disini)

Baca juga:  Unduh Kumpulan Modul Ajar IPAS Kelas 3 SD Fase B Lengkap

About admin

Check Also

Download Modul Ajar PKn Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 MI/SD Lengkap

Download Modul Ajar PKn Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 MI/SD Lengkap

Download Modul Ajar PKn Kurikulum Merdeka Kelas 1–6 MI/SD Lengkap – Modul ajar menjadi salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *