Jika benar mencintai Allah, buktikan. Jangan hanya di lisan, tetapi dengan hati dan pengorbanan.
Mulailah menabung kurban dari sekarang. Sedikit demi sedikit. Jangan berkata, “Saya belum mampu.” Katakan, “Ya Allah, saya ingin mampu.”
Allah tidak melihat besarnya tabunganmu, tetapi besarnya niatmu. Jangan takut miskin karena kurban. Allahlah yang selama ini memberi rezeki, bukan pekerjaan, bukan usaha, bukan manusia.
Berbaik sangkalah kepada-Nya. Yakinlah, Allah mampu memampukan. Kurban bukan sekadar membeli kambing atau sapi. Kurban adalah mengetuk pintu langit, mengundang rahmat, membuka pintu rezeki, dan membuktikan cinta kepada Allah.
Allah tidak membutuhkan kurban kita. Kitalah yang membutuhkan Allah. Maka mulailah hari ini. Sisihkan yang mampu engkau sisihkan. Kelak, saat hewan kurban berdiri atas namamu, mungkin air matamu jatuh tanpa henti karena menyadari:
“Ya Allah, ternyata Engkau benar-benar memampukanku.”
Saudaraku…..
Kalau engkau mencintai Allah….Nabung kurban dimulai hari ini. Cinta dibuktikan hari ini. Insya Allah, Rezeki Allah datang dengan cara yang tak pernah disangka-sangka. Bersiaplah…Bersiaplah….dan Bersiaplah menjadi orang kaya yang bersyukur.
Wallahu A’l
Pondok Pesantren Husnul Khotimah Sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya 