Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Setiap kata adalah benih. Setiap amal adalah benih. Setiap air mata, doa, sedekah, kejujuran, dan kesabaran adalah benih yang diam-diam ditanam di ladang kehidupan.
Hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Benih tidak langsung menjadi pohon. Ia harus terkubur, gelap, dan seolah hilang sebelum tumbuh.
Begitulah kebaikan. Kadang tidak dipuji, tidak dihargai, bahkan dilupakan manusia. Namun Allah tidak pernah melupakannya.
Jika hari ini menanam kasih sayang, kelak akan memanen cinta. Jika menanam keikhlasan, kelak akan memanen ketenangan. Jika menanam dosa, kelak akan memanen penyesalan.
Jangan iri melihat pohon orang lain. Lihatlah benih yang sedang kita tanam hari ini. Sebab pada akhirnya, usia hanyalah musim menanam. Sedangkan akhirat adalah musim panen. Dan betapa pilunya jika pulang menghadap Allah dengan tangan kosong, sementara kesempatan menanam telah berakhir selamanya.
Tanamlah kebaikan meski tak seorang pun melihat. Karena kelak, di hadapan Allah, setiap benih akan berbicara dan setiap tetes air mata akan berbuah kebahagiaan abadi atau penyesalan yang tak bertepi.
Taatilah Allah, Rasul-Nya dan Ulil Amri, serta istiqamah di Al-Jama’ah. (Jhks)
Wallahu A’lam
Pondok Pesantren Husnul Khotimah Sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya 